Mendalami Desa Bragang

Mendalami Desa Bragang Desa Bragang memiliki empat dusun yaitu: Dusun Tanggungan, Dusun Duko Nangka, Bragang Tengah dan Dusun Begunung.

Perencanaan Kuliah Kerja Nyata

Kuliah Kerja Nyata (KKN) 42 yang bertempat di Desa Bragang Kecamatan Klampis, Bangkalan di berangkatkan pada hari Rabu (10/1).

Penyuluhan BkkbN tentang Pernikahan Dini

Bragang-Pernikahan dini merupakan suatu gejala sosial masyarakat yang banyak terjadi di kota maupun desa, sehingga menikah di usia yang muda menjadi hal yang tidak lagi dianggap tabu oleh sebagian masyarakat.

Pelatihan Pembuatan selai Pisang Jagung

Pisang dan jagung adalah jenis buah yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Pisang dan jagung mempunyai rasa yang sangat enak dan juga mempunyai kandungan gizi yang sangat tinggi.

Boneka dari Kulit jagung

Kulit Jagung merupakan limbah yang sangat banyak ditemui di desa Bragang, Klampis, Bangkalan.

Dusun Tanggungan

Dusun pertama di Desa Bragang ialah Dusun Tanggungan. Dusun ini merupakan Dusun yang berasal dari kata tanggungan (Separuh-separuh atau setengah-setengah), hal ini mengacu pada pemakaman tua yang ada di Dusun Tanggungan yaitu Buju’ Keleran, Keleran dalam bahasa Indonesia berarti lupa.

Dusun Duko Nangka

Dusun Duko Nangka merupakan dusun yang paling kecil dibandingkan dengan dusun-dusun yang lain di Desa Bragang Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan.

Dusun Duko Nangka

Dusun Duko Nangka merupakan dusun terkecil di Desa Bragang. Dusun yang terletak tepat di samping dusun begunung dan Bragang tengah ini, dan juga langsung berbatasan dengan Desa Lergunong dan Panyaksagan.

Dusun Bragang Tengah

Dusun Bragang Tengah merupakan dusun yang terletak diantara Dusun Tanggungan dan Dusun Dukoh nangka.

Dusun Begunong

Dusun Begunung adalah salah satu dusun yang berada di desa Bragang, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan.

Friday, February 2, 2018

Hifdzil Qur'an sebagai Media Mewujudkan Insan Cinta Al-Qur'an

Dalam acara puncak Hifdzil Qur’an semua peserta mengikuti I’lan dan wisuda sesuai kategori yang telah ditentukan. Acara ini dihadiri oleh Busiri S.Hi (selaku Kepala Desa Bragang), Ust. Mahmudi (selaku Guru Pembimbing SMP Nurul Huda), Bapak Muhmid Ibnu Syukur S.Ag (selaku Kepala Sekolah SMP Nurul Huda ), para santri dan santriwati SMP Nurul Huda, sesepuh – sesepuh desa Bragang serta seluruh peserta Hifdzil Qur’an juz 30. Kegiatan Hifdzil Qur’an mengambil tema “Mewujudkan Insan Cinta Al-Qur’an Menuju Generasi Berakhlakul Karimah Dan Berprestasi”, berlangsung selama 18 hari, yang diikuti oleh 11 santriwati SMP Nurul Huda. Musabaqah Hifdzil Qur’an ini terdiri dari 2  kategori yaitu MHQ Katagori Surah As Syam – An Nas, dan MHQ Katagori Surah Al Fajr – An Nas.

Rangkaian kegiatan Hifdzil Qur’an juz 30 ini ditutup secara resmi oleh kepala sekolah sebagai perwakilan dari kepala desa. Acara ini kemudian dilanjutkan dengan pemberian syahadah atau ijazah yang diberikan oleh penanggung jawab program kepada santriwati hafidzah juz 30. Mari kita jaga kasih sayang Allah dengan memuroja’ah terus hafalan Qur’an agar mampu menjaga hafalan, kemudian mentadaburkanya serta mendakwahkannya Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga dengan kegiatan MHQ VI ini menjadikan motivasi bagi para peserta untuk semakin bersemangat dalam belajar Al-Qur’an”, papar Ust. Juheni, M. Pd dalam sambutanya dan sekaligus menutup kegiatan MHQ VI ini. Acara ini selanjutnya diakhiri dengan do'a dan foto bersama. Alhamdulillah acara penutupan MHQ VI Sekolah Tahfidz Al-Qur’an (STQ) Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam berjalan lancar dan kondusif. (ag)

Monday, January 29, 2018

Pelatihan Pembuatan Kerajinan Tangan Boneka dari Kulit Jagung

       
       Kulit jagung merupakan limbah yang sangat banyak ditemui di Desa Bragang, Klampis, Bangkalan. Limbah ini banyak ditemui karena kebanyakan masyarakat Desa Bragang yang memiliki kebun jagung pribadi kurang memanfaatkannnya dengan optimal. Limbah kulit jagung biasanya hanya digunakan masyarakat untuk membuat bara api di tungku dapur mereka namun tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 42 UTM membuat kreasi terbaru untuk menghasilkan kerajinan yang terbuat dari kulit jagung, yaitu dengan membuat boneka dari kulit jagung. Jika dilihat dari olahan kulit jagung, memang sudah banyak kita temui kreasi-kreasi seperti bunga karena memang tekstur kulit jagung sangat cocok digunakan untuk hiasan dan kerajinan.
            Tim KKN 42 UTM membuat suatu pelatihan yang ditujukan kepada anak-anak di salah satu SD Negeri 2 Bragang yang terletak di Dusun Tanggungan, Desa Bragang. Pelatihan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (27/01) pukul 09.00 di kelas 5 dengan siswa berjumlah 22 siswa, ditambah dengan kelas 6 yang berjumlah 14 orang sehingga total siswa yang mengikuti pelatihan adalah 36 siswa yang dibagi dalam 5 kelompok siswa. Setiap kelompok sebelumnya sudah dibentuk menyiapkan bahan-bahan seperti kulit jagung, tusuk sate dan lilin, sedangkan dari tim KKN 42 UTM akan membawakan kapas, dan lem bakar atau lem tembak untuk melengkapi bahan yang sudah ada.
            Pelatihan pembuatan boneka mendapatkan respon yang baik dari anak-anak, hal tersebut terlihat dari antusiasme anak-anak yang telah membawa bahan-bahan sesuai dengan apa yang ditugaskan pada pertemuan sebelumnya. Pelatihan pembuatan boneka dari kulit jagung dilakukan bersama-sama dengan mahasiswa KKN 42 UTM, ada yang menjadi tutor untuk memperagakan,  sedangkan  mahasiswa yang lain berpencar di setiap kelompok untuk membantu dan mengawasi anak-anak karena bahan yang digunakan juga menggunakan lilin sehingga perlu adanya pengawasan dari orang dewasa.
            Kami juga mendapatkan dukungan yang baik dari dewan guru SD Negeri 2 Bragang. Salah satu guru SD Negeri 2 Bragang, mengungkapkan dukungannya ketika pelaksanaan pelatihan pembuatan kerajinan tangan boneka dari kulit jagung, bahwa pelatihan ini dapat membangun kreativitas anak-anak SDN 2 Bragang dalam memanfaatkan limbah sehingga menghasilkan suatu keterampilan yang memiliki daya tarik lebih, apalagi masyarakat Desa Bragang yang kebanyakan berkebun jagung sehingga bahan yang digunakan juga sangat mudah ditemukan.  Pelatihan ini diharapkan dapat  menambah wawasan anak-anak terhadap kreasi-kreasi yang dapat mereka ciptakan sendiri dari limbah jagung dan memanfaatkan limbah yang bisa ditemui di kehidupan sehari-hari.  

Sunday, January 21, 2018

Pelatihan Pembuatan Selai Pisang dan Jagung "J-sanglai"

      Pisang dan jagung adalah jenis buah yang disukai oleh banyak masyarakat Indonesia. Pisang dan jagung mempunyai rasa yang sangat enak dan juga mempunyai kandungan gizi yang sangat tinggi. Harga dari pisang dan jagung juga sangat terjangkau sehingga semua orang pasti pernah mencoba buah ini. Untuk mendapatkan pisang dan jagung juga mudah kerena banyak yang menjualnya di pasar tradisional atau bahkan dapat menanamnya sendiri di pekarangan rumah atau sawah. Salah satunya di Desa Bragang, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan yang hampir di setiap pekarangan rumah dan sawahnya di tanami pohon pisang. Hal itu karena tanaman pisang merupakan tanaman yang mudah hidup di mana saja. Pisang dan jagung juga bisa dikatakan sebagai hasil tani masyarakat di desa Bragang, Klampis, Bangkalan.
      Pisang biasanya dikonsumsi masyarakat dalam keadaan langsung, padahal buah pisang ini bisa diolah menjadi aneka makanan dengan cita rasa yang menarik, agar lebih unik lagi pisang juga dapat dikombinasikan dengan jagung. Buah pisang dan jagung mempunyai banyak manfaat, yang paling penting buah pisang banyak mengandung nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, seperti vitamin, protein, lemak, air dan gula sehingga dapat mengenyangkan dan juga memenuhi apa yang diperlukan oleh tubuh. Ditambah lagi kandungan yang terdapat dalam buah jagung manis yang merupakan sereal yang bebas gluten dan mengandung banyak vitamin dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh.
      Banyaknya buah pisang yang dihasilkan perlu dilakukan pengolahan yang lebih efisien. Penyimpanan pisang tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu yang lama sehingga untuk meningkatkan kualitas pisang, sebaiknya dengan membuat olahan dari buah pisang yang mempunyai nilai jual yang tinggi. Salah satu contoh olahan dari buah pisang yang mempunyai nilai jual yang tinggi adalah diolah menjadi selai. Selai yang sering kita ketahui kebanyakan menggunakan buah yang populer seperti buah melon, nanas, dan aneka buah lainnya. Perlu Anda ketahui jika sebenarnya buah pisang juga bisa dibuat menjadi selai. Justru olahan selai pisang mempunyai cita rasa yang lebih nikmat apalagi jika dikombinasikan dengan buah jagung. Cita rasa dari selai pisang lebih manis dari olahan selai pada umumnya, apalagi jika dikombinasikan dengan buah jagung karena tekstur dari jagung akan terasa dan semakin menambah kenikmatan ketika dikonsumsi. Dalam proses pembuatan selai pisang jagung sebenarnya mudah dan bahan yang diperlukan dalam pembuatannya juga sangat terjangkau, yaitu hanya menggunakan bahan baku utama dari buah pisang, jagung dan ditambah dengan gula pasir.
      Selai pisang jagung merupakan salah satu progam kerja dari KKN 42 UTM di Desa Bragang, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan. Pelatihan pembuatan selai pisang jagung dilaksanakan pada hari Jum’at, 19 Januari 2018 pukul 14:00 – 16:30 WIB. Pelatihan ini dilaksanakan di acara yasinan yang dihadiri kurang lebih dari 50 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan juga remaja-remaja dari Desa Bragang. Sasaran dari pelatihan pembuatan selai pisang jagung ini merupakan ibu-ibu PKK di Desa Bragang, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan. Tujuan dari pelatihan pembuatan selai pisang jagung ini selain untuk memberikan pengalaman yang lebih bagi ibu-ibu PKK juga bisa memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk menjadikan pisang dan jagung sebagai cara terbaru untuk meningkatkan pendapatan dan dapat menginovasikan hasil tani masyarakat menjadi olahan yang lebih memiliki segi ekonomis dan dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari.
      Pada pelatihan pembuatan selai pisang jagung ibu-ibu PKK tidak hanya sekedar mengamati dan menonton, akan tetapi juga ikut berpartisipasi dalam pelatihan pembuatan selai pisang jagung. Mereka juga sangat antusias dalam mengikuti pelatihan pembuatan selai pisang jagung. Setelah selai pisang jagung sudah jadi, kami selaku anggota KKN 42 UTM juga telah menyediakan roti tawar agar ibu-ibu PKK dapat mencicipi hasil selai yang telah dibuatnya. Kemudian kami juga mendapatkan komentar dari beberapa warga atau ibu-ibu PKK bahwa selai pisang jagung yang telah dibuat rasanya enak dan masih ada tekstur jagungnya, berbeda dengan rasa selai pada umumnya. Setelah acara pelatihan pembuatan selai selesai, para warga tertarik untuk membuat selai sendiri di rumah masing-masing. (ls,ds)

Friday, January 19, 2018

Penyuluhan BKKBN tentang Pernikahan Dini

          Bragang-Pernikahan dini merupakan suatu gejala sosial masyarakat yang banyak terjadi di kota maupun desa, sehingga menikah di usia yang muda menjadi hal yang tidak lagi dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Hal tersebut diperparah dengan pengetahuan yang kurang oleh masyarakat mengenai dampak-dampak yang terjadi pada pernikahan dini, terutama dampak pada kesehatan alat reproduksi dan juga kesehatan dari segi emosional. Berdasarkan informasi dan data yang kami peroleh di Desa Bragang, Klampis, Bangkalan, nyatanya pernikahan dini masih saja banyak terjadi hal tersebut dikarenakan kurang sadarnya masyarakat dan remaja untuk mengetahui dampak yang terjadi setelah adanya pernikahan dini.
    Salah satu program kerja KKN 42 adalah mengadakan penyuluhan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) dengan tema “Raih Prestasi, Hindari Pernikahan Dini (Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Reproduksi). Tujuan diadakannya penyuluhan ini adalah untuk mengurangi pernikahan dini yang terjadi di Desa Bragang. Acara ini berlangsung pada Kamis (18/01) pukul 14.00 bertempat di Aula SMK Nurul Huda. Penyuluhan ini dihadiri oleh Bapak Busiri selaku kepala Desa Bragang bersama istrinya, Ibu Halimatus Sadiyah, Bapak Muhmid selaku kepala sekolah SMP/SMK Nurul Huda, masyarakat Desa Bragang dan juga siswa-siswi SMP/SMK Nurul Huda. Tujuan dari diundangnya orang tua dan remaja adalah agar keduanya saling memahami dampak yang terjadi oleh adanya pernikahan dini yang berdasarkan informasi dari ibu kepala desa masih marak terjadi.
      Penyuluhan BKKBN ini dihadiri langsung oleh kepala BKKBN kecamatan Klampis Bapak Sukandar dan juga Ibu Urwatun Hasanah beserta Ibu Lilik. Warga sangat antusias untuk mengikuti acara tersebut dari awal hingga akhir, sehingga peserta yang diharapkan melunjak dan hadir lebih banyak dari target yang direncanakan. Remaja Bragang juga antusias untuk datang dalam acara penyuluhan ini. Dalam penyuluhan ini, Ibu Urwatun menyampaikan bahwa usia ideal pernikahan untuk perempuan yaitu usia 20 Tahun sedangkan untuk laki-laki usia 25 Tahun. Menurut Beliau apabila remaja menikah pada umur yang ideal dapat mempengaruhi kesehatan dari ibu, mempengaruhi proses kelahiran anak dan kesehatan anak. Selain itu pernikahan di usia muda juga tidak adanya kesiapan dari segi emosional untuk mengurus sebuah keluarga karena belum adanya kedewasaan yang matang dalam membangun sebuah keluarga dan juga dalam mengasuh anak. Pendidikan yang cukup serta pengetahuan menjadi hal yang harusnya lebih diutamakan untuk menciptakan anak-anak yang juga berkualitas.
      Berdasarkan informasi dari bapak kepala desa bahwa rata-rata pemuda di Desa Bragang ini menjadi buruh atau pembantu rumah tangga, oleh karena itu kami mengharapkan agar pemuda pemudi di desa bragang dapat menjadi pemuda-pemudi yang lebih kreatif, inovatif dan berprestasi. Bapak kepala desa menyampaikan harapannya agar tingkat pernikahan dini di Desa Bragang ini dapat berkurang serta Desa Bragang dapat menjadi desa yang lebih baik lagi. Selain itu dalam penutupan acara tersebut beliau juga menyampaikan terimakasih kepada mahasiswa KKN 42 dan petugas BKKBN kecamatan klampis yang telah mengadakan acara penyuluhan tentang pernikahan dini di Desa Bragang. (am,yt)

Thursday, January 18, 2018

Cara Membuat Selai Pisang Jagung "J-SANGLAI" oleh KKN 42 UTM

Pembuatan Selai Pisang Jagung "J-SANGLAI" merupakan salah satu program kerja unggulan oleh kelompok KKN 42 UTM. Program kerja ini diusung sebagai tindak lanjut untuk memanfaatkan potensi Desa Bragang sesuai hasil observasi yang kami lakukan pra KKN. Semua bahan pembuatan J-SANGLAI mudah ditemukan di pasar lokal yang ada di Indonesia, tentunya dengan harga yang ekonomis dan kualitas yang bagus untuk produk olahan. Adapun bahan-bahan yang dipergunakan dalam pembuatan J-SANGLAI terdiri atas: buah pisang, jagung manis, dan gula.
Proses pembuatan Selai Pisang Jagung “J-SANGLAI” yang kami lakukan masih tergolong tradisional. Namun demikian, hal ini tidak mengurangi cita rasa maupun harga jual dari produk yang kami usung menjadi salah satu produk unggulan Desa Bragang pada KKN 2018. Alat-alat yang kami pergunakan untuk membuat J-SANGLAI, terdiri dari: pisau, talenan, baskom, sendok, garpu, cobek, uleg, tempat penggorengan (wajan), kain lap, dan toples plastik.
Apabila semua alat dan bahan sudah disiapkan, maka siap untuk proses pembuatan J-SANGLAI. Cara membuat Selai Pisang Jagung "J-SANGLAI", yaitu sebagai berikut:
1. Kupas pisang dan pisahkan dengan kulitnya.
2. Haluskan pisang menggunakan garpu untuk menghasil tekstur yang diinginkan.
3. Kupas jagung manis dan pisahkan dari bongolnya, haluskan dengan cara diuleg/ditumbuk.
4. Siapkan tempat penggorengan dengan api sedang dan masukan gula aduk hingga mencair dan membentuk seperti karamel.
5. Kemudian masukkan pisang yang sudah dihaluskan bersamaan dengan jagung yang telah ditumbuk.
6. Setelah itu, kecilkan api, terus aduk hingga pisang dan jagung  tercampur merata.
7. Setelah mendapatkan kekentalan yang diinginkan segera  matikan api.
8. Biarkan hingga dingin dan masukkan kedalam toples yang sudah disediakan.
9. Sajikan sebagai pelengkap makanan.
Nb: setelah dimasukkan toples masukan ke dalam  kulkas agar selai awet hingga beberapa minggu. (rez) 

Tuesday, January 16, 2018

Perencanaan Kuliah Kerja Nyata

      Kuliah Kerja Nyata (KKN) 42 yang bertempat di Desa Bragang Kecamatan Klampis, Bangkalan di berangkatkan pada hari Rabu (10/1). Sebelum diberangkatkan mahasiswa KKN melaksanakan upacara pelepasan di depan Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura bersama 1.033 mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan, dan kebanyakan merupakan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pendidikan. Penyerahan dari kampus ke wilayah penempatan juga dilakukan di setiap kecamatan. Dosen pembimbing lapangan juga mengantarkan dan memberi pengarahan terhadap mahasiswa yang akan melaksanakan program kerjanya bersama bapak Busiri selaku Kepala Desa Bragang .

Dosen Pembimbing Lapangan melakukan pengarahan terakhir sebelum melepaskan mahasiswa KKN 42

        Kegiatan selanjutnya tim KKN 42 melakukan diskusi bersama dengan bapak  Busiri membahas berbagai program kerja yang akan dilakukan selama ditempatkan di Desa Bragang. Pak Busiri juga menerima dengan baik mengenai program-program yang telah direncanakan oleh mahasiswa KKN 42. Beliau juga memaparkan beberapa program kerja KKN pada tahun sebelumnya untuk bisa dijadikan evaluasi agar kelompok KKN 42 pada tahun ini lebih dapat berinteraksi dan lebih sukses dalam menjalankan program kerja saat ini.


Foto bersama Bu Khusnul (Dosen Pembimbing Lapangan)

Diskusi bersama dengan pak Busiri (Kepala Desa Bragang)
      Sore harinya, tim KKN 42 melakukan rapat kerja untuk mematangkan program-program yang akan dilaksanakan di Desa Bragang. Beberapa hal pertama yang akan dilakukan adalah mendekati masyarakat desa guna mendukung kelancaran program kerja yang akan dikerjakan. Selain itu kami juga mendatangi tokoh masyarakat seperti Ustadz dan Ustadzah untuk mempersiapkan proker utama atau proker unggulan yaitu Hafidz Qur'an.

Rapat Kerja bersama Kelompok


 Diskusi bersama Kelompok

       Sabtu, 13 Janurari 2018 kami mendatangi Yayasan Nurul Huda, tepatnya di SMP dan SMK. maksud kedatangan kami adalah untuk silaturahmi dan meminta izin untuk menyeleksi siswa untuk diikutsertakan dalam Hafidz Qur'an juz 30. Selain itu kelompok juga memberikan bimbingan kepada siswa untuk menghafalkan juz 30. Kami dan kelompok memberikan bimbingan menghafal pada 30 menit sebelum bel dibunyikan.

Diskusi dengan pihak Sekolah Nurul Huda


Mendalami Desa Bragang dari Segi Sosial Budaya


      Desa Bragang memiliki empat dusun yaitu: Dusun Tanggungan, Dusun Duko Nangka, Bragang Tengah dan Dusun Begunong. Di dalam satu dusun tersebut nyatanya memiliki beberapa nama kampung tersendiri. Dusun Tanggungan memiliki anak dusun yang disebut kampung Bujuk Kaleran. Kampung Bujuk Kelerang terdapat beberapa sekolah, antara lain MI, SMP Terbuka, Madratsah Diniyah dalam satu lokasi sekolah yang digunakan secara bergantian.
      Desa Bragang memiliki keindahan yang tidak banyak diketahui orang, karena pada tahun ini akses menuju Desa Bragang akan  diperbaiki sehingga akses untuk masuk ke wilayah Desa Bragang sudah mulai mudah. Meskipun Desa Bragang jauh dari pusat kota dan masih membutuhkan waktu tempuh yang cukup jauh dari jalan raya namun hal itu tidak mengurangi minat dari masyarakat luar untuk memasuki desa ini. Selain karena akses jalan, di Desa Bragang ini juga memiliki lokasi wisata yang berpotensi untuk dikembangkan yaitu di Dusun Begunung, tepatnya di kampung Jukong.
      Di kampung Jukong ini terdapat sumber air jernih yang sering digunakan masyarakat Desa Bragang untuk memenuhi kebutuhan air ketika musim kemarau. Di Sumber Jukong ini juga memiliki pemandian bernama Pemandian Jukong yang disekitar pemandian tersebut juga sering digunakan masyarakat luar untuk berkemah. Pemandangan di sekitar Pemandian Jukong begitu asri, sangat alami dan khas suasana pedesaan.
      Desa Bragang memiliki potensi untuk menjadi desa yang maju karena memiliki kepala desa dan masyarakat yang cukup kreatif, “Dulu itu pernah ada pembuatan tas anyaman dan mesinnya sudah ada, namun karena kurangnya kader sehingga produksi tas anyaman itu tidak berjalan lancar dan tidak berkembang seperti seharusnya” kata bapak Sukandar selaku Ketua BKKBN Kecamatan Klampis yang melihat perkembangan Desa Bragang. Desa ini memiliki kader yang kurang produktif untuk membangun masyarakat yang lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi mereka. Oleh karena itu, diharapkan adanya kader-kader yang memberikan perubahan atau membawa angin segar untuk kemajuan Desa Bragang Ini.