Tuesday, August 2, 2016

Sistem Administrasi dan Sistem Ekonomi Desa Bragang

Sistem Administrasi

Mengenai sistem administrasi di Desa Bragang, berdasarkan informasi yang didapat melalui wawancara dan survei ke beberapa aparat desa, sistem administrasi untuk masyarakat Bragang sudag terorganisir. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa proses pengurusan surat-surat dan kartu-kartu kependudukan. Setiap warga yang menginginkan untuk mengurus kartu keluarga ataupun kartu tanda penduduk biasanya meraka tidak harus menunggu waktu lama, karena pihak desa dan pihak kecamatan saling bekerjasama dalam pengurusan surat-surat tersebut. Dan untuk masalah pendataan fasilitas kesehatan di Desa Bragang ini sudah dipenuhi, sehingga bagi warga yang tidak mampu dapat memperoleh pengobatan gratis.  Mengenai pendataan terhadap masyarakat di Desa Bragang, biasanya setiap kudus mendata langsung kemudian diserahkan ke Kepala Desa.

Sistem Ekonomi

Penduduk Desa Bragang memiliki kehidupan sosial dan ekonomi yang bergantung pada hasil bumi seperti, petani dan perantau. Biasanya mereka yang merautau menjadi TKI di Malysia. Namun ada juga yang menjadi guru, ada pula yang menjadi TNI.
Untuk khusunya daerah Dusun Tanggungan  dalam segi perekonomian memiliki komoditas hasil penambangan, pertanian dan peternakan. Penambangan yang ada di Dusun Tanggungan terletak di sebelah utara MI Roudlatul Muhibbin atau bagian barat Dusun Tanggungan. Penambangan yang ada di Dusun ini adalah Penambangan batu akik. Dimana hasil batu akik itu di olah menjadi sebuah kreasi yaitu cincin batu akik, dan ternyata penjualannya sudah beredar di luar Desa Bragang.
Sedangkan yang berada di Dusun Bragang Tengah dan Dusun Begunung jenis pekerjaan yang berwariasi seperti  menjadi petani, guru, pegawai, dan pedagang sehinnga memiliki rata-rata penghasilan yang berbeda-beda. Namun rata-rata pendapatan masyarakatnya cukup (baik). Secara khususnya masyarakat lebih menyukai merantau dan membuka lapangan pekerjaan disana.
Selain itu terdapat pula masyarakat yang menjadi TKI/TKW dengan negara tujuan paling banyak Negara Malaysia atau Negara kawasan Asia Tenggara lainnya, tidak jauh berbeda dengan dusun-dusun lainnya, di Dusun Duko Nangka mayoritas mereka adalah petani. Lahan yang ditanam itu milik mereka sendiri, biasanya mereka bercocok tanam seperti kacang-kacangan, jagung. Penghasilan ekonomi warga Bragang setelah selesai panen pada umumnya tidak dijual kepasaran, namun mayoritas warganya kebanyakan hanya mengonsumsi hasil panen. Padahal, pada umumnya 1kg jagung berkisar Rp 15.000,00 dan harga kacang-kacangan pada umumnya Rp. 10.000,00.

0 comments:

Post a Comment