Friday, January 19, 2018

Penyuluhan BKKBN tentang Pernikahan Dini

          Bragang-Pernikahan dini merupakan suatu gejala sosial masyarakat yang banyak terjadi di kota maupun desa, sehingga menikah di usia yang muda menjadi hal yang tidak lagi dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Hal tersebut diperparah dengan pengetahuan yang kurang oleh masyarakat mengenai dampak-dampak yang terjadi pada pernikahan dini, terutama dampak pada kesehatan alat reproduksi dan juga kesehatan dari segi emosional. Berdasarkan informasi dan data yang kami peroleh di Desa Bragang, Klampis, Bangkalan, nyatanya pernikahan dini masih saja banyak terjadi hal tersebut dikarenakan kurang sadarnya masyarakat dan remaja untuk mengetahui dampak yang terjadi setelah adanya pernikahan dini.
    Salah satu program kerja KKN 42 adalah mengadakan penyuluhan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) dengan tema “Raih Prestasi, Hindari Pernikahan Dini (Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Reproduksi). Tujuan diadakannya penyuluhan ini adalah untuk mengurangi pernikahan dini yang terjadi di Desa Bragang. Acara ini berlangsung pada Kamis (18/01) pukul 14.00 bertempat di Aula SMK Nurul Huda. Penyuluhan ini dihadiri oleh Bapak Busiri selaku kepala Desa Bragang bersama istrinya, Ibu Halimatus Sadiyah, Bapak Muhmid selaku kepala sekolah SMP/SMK Nurul Huda, masyarakat Desa Bragang dan juga siswa-siswi SMP/SMK Nurul Huda. Tujuan dari diundangnya orang tua dan remaja adalah agar keduanya saling memahami dampak yang terjadi oleh adanya pernikahan dini yang berdasarkan informasi dari ibu kepala desa masih marak terjadi.
      Penyuluhan BKKBN ini dihadiri langsung oleh kepala BKKBN kecamatan Klampis Bapak Sukandar dan juga Ibu Urwatun Hasanah beserta Ibu Lilik. Warga sangat antusias untuk mengikuti acara tersebut dari awal hingga akhir, sehingga peserta yang diharapkan melunjak dan hadir lebih banyak dari target yang direncanakan. Remaja Bragang juga antusias untuk datang dalam acara penyuluhan ini. Dalam penyuluhan ini, Ibu Urwatun menyampaikan bahwa usia ideal pernikahan untuk perempuan yaitu usia 20 Tahun sedangkan untuk laki-laki usia 25 Tahun. Menurut Beliau apabila remaja menikah pada umur yang ideal dapat mempengaruhi kesehatan dari ibu, mempengaruhi proses kelahiran anak dan kesehatan anak. Selain itu pernikahan di usia muda juga tidak adanya kesiapan dari segi emosional untuk mengurus sebuah keluarga karena belum adanya kedewasaan yang matang dalam membangun sebuah keluarga dan juga dalam mengasuh anak. Pendidikan yang cukup serta pengetahuan menjadi hal yang harusnya lebih diutamakan untuk menciptakan anak-anak yang juga berkualitas.
      Berdasarkan informasi dari bapak kepala desa bahwa rata-rata pemuda di Desa Bragang ini menjadi buruh atau pembantu rumah tangga, oleh karena itu kami mengharapkan agar pemuda pemudi di desa bragang dapat menjadi pemuda-pemudi yang lebih kreatif, inovatif dan berprestasi. Bapak kepala desa menyampaikan harapannya agar tingkat pernikahan dini di Desa Bragang ini dapat berkurang serta Desa Bragang dapat menjadi desa yang lebih baik lagi. Selain itu dalam penutupan acara tersebut beliau juga menyampaikan terimakasih kepada mahasiswa KKN 42 dan petugas BKKBN kecamatan klampis yang telah mengadakan acara penyuluhan tentang pernikahan dini di Desa Bragang. (am,yt)

0 comments:

Post a Comment